Kamis, 06 Desember 2012

Seni rupa terapan nusantara



Apresiasi merupakan kemampuan menengenal atau memahami suatu nilai estetika yang mengandung daya pesona,kagum,mansur,dan agung.Dalam bahasa sederhana,apresiasi merupakan cara seseorang menilai hasil karyaorang lain dengan melihatnya dari sudut pandang keindahan.
   Dalam melakukan apresiasi seni,ada beberapa pendekatan yang dapat di pilih,yaitu pendekatan yaitu pendekatan deskriptif,pendekatan analitik,pendekatan interpretatif,pendekatan penilaian,dan pendekatan interdisiplin.
-Pendekatan Deskriptif
  Pendekatan deskriptif adalah pendekatan yang dilakukan dengan mengamati dan memaparkan karya seni apa adanya.Misalnya,mengenai objek gambar,penggunaan warna,komposisi warna,tema,judul,orang yang membuatnya,tahun pembuatan,media yang dugunakan,ukuran karya,dan waktu yang diperlukan untuk membuat karya seni tersebut.
-pendekatan Analitik
Pendekatan Analtik adalah pendekatan yang dilakukan dengan mengamati karya seni berdasarkan kaidah-kaidah estetika yang baku.Misalnya, melaluo aspek tematik, teknik pengerjaan, penerapan asas kesenirupaan, serta makna atau arti yang tersirat di dalamnya.
-pendekatan interpretatif
Pendekatan interpretatif adalah pendekatan yang di lakukan dengan menginterpretasikan karya seni berdasarkan sudut pandang pengamat, baik dari kesamaan pengalaman, unsur estetis, dan pengetahuan yang di miliki oleh pengamat.
-pendekatan penilaian
Pendekatan penilaian adalah pendekatan yang di lakukan melalui proses pengukuran, baik secara objektif, maupun objektif.
-pendekatan interdisiplin
Pendekatan interdisiplin adalah pendekatan yang di lakukan untuk menilai suatu karya seni di lihat dari berbagai disiplin keilmuan seperti antropologi, psikologi, kebudayaan, filsafat, ekonomi dan linguistik (kebahasaan).

1.Tahapan Apresi Seni
            dalam mengapresiasi sebuah karya seni rupa, baik lukisan, patung, keramik, maupun grafis di perlukan beberapa tahapan seperti kegiatan mengamati, menghayati, mengevaluasi, dan mengapresiasi.
  1. kegiatan mengamati
dalam kegiatan mengamati terdapat beberapa proses, yaitu sebagai berikut.
  1. fisis, yaitu aktifitas yang di lakukan oleh mata untuk mengamati dan menerima rangsangan dari objek karaya seni yang di lihatnya.
  2. fisiologis, yaitu suatu proses dalam menyalurkan rangsangan yang di terima oleh indra melalui syaraf sampai ke otak.
  3. psikologis, yaitu aktifitas jiwa dan indra rasa untuk memahami objek fisik secara realita dari apa yang di amati sehingga si pengamat dapat memberikan tanggapan dan penggambaran terhadap objek pada saat mengamati karya seni.
  1. kegiatan menghayati
dalam menghayati karya seni, si penghayat akan turut terlibat langsung secara aktif dan selektif terhdap karya yang di hayati.Si penghayat akan melakukan penyesuayan
dan menerima nilai-nilai estetis yang terkandung di dalam karya seni        tersebut.Namun,ada kalanya si penghayat menerima sepenuhnya seluruh objek yang sedang diamatinya secara tidak sadar dan tanpa kritikan. Menurut theodor lipps pengalaman estetis seperti itu di sebut juga sikap empati.
  1. kegiatan mengefaluasi
kegiatan mengefaluasi adalah kegiatan melakukan penelitian terhadap karya seni sesuai dengan pedoman, kaidah, norma, dan etika yang berlaku. dengan demikian, seorang apresiator atau kritikus dapat memilah mana karya seni yang di anggap baik dan mana karya seni yang di anggap kurang baik. Ia juga dapat menunjukkan dan mencarikan jalan pemacehannya demi penyempurnaan dalam penciptaan karya seni berikutnya.
  1. kegiatan berapresiasi
pada tahap kegiatan ini seorang apresiator telah bergerak di mana hati dan perasaannya hanyut bersama-sama dengan nlai keindahan yang mempesona. Ia seperti berada dalam karya tersebut. Ia dapat merasakan sendiri apa yang di rasakan oleh si pembuatnya. Menurut herbert read dalam bukunya the meaning of art mengatakan bahwa sikap tersebut berarti seorang apresiator telah mencapai simpathy.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar